.

Ini Baru Makan Murah di Yogyakarta

blogger templates
Sudah satu tahun lamanya Sulis dan Encep merantau di Yogyakarta, setiap kali mereka makan kalau tidak ke angkringan pasti padang, adapun warung makan burjo itu andalan terakhir jika mereka lapar itupun kalau ke burjo sekitar pukul 24.00. Apalagi kalau besoknya mau sahur pasti malamnya sahur ke burjo.

Sebagai anak kost, pastinya merasa bosan jika makan di tempat itu-itu terus. Setiap hari harus menu yang berbeda tetapi harganya mumer atau murah meriah..hehe.. Meskipun makanannya tidak terlalu enak, yang penting kenyang, ya itulah anak kost .. hehe..hehe..

Biasanya di angkringan harga nasi satu bungkusnya Rp. 1500,- dan minumnya juga Rp. 1500,- sedangkan gorengan sama seperti yang lainnya yaitu Rp. 500,-. Meskipun terbilang murah dari harga persatunya, makan di angkringan itu lebih boros karena kita makan sambil nongkrong otomatis ketika makanan yang kita makan habis, kita bisa ambil dengan sepuasnya dengan syarat membayar..hehe.. Apalagi untuk Encep sendiri, dia sangat boros kalau makan di angkringan, karena dia sendiri minum es bisa sampai 3 gelas, pernah waktu itu ketika pulang futsal sampe minum 5 gelas.

Waktu itu malam Sabtu, kebetulan Sulis ada motor punya teman yang di titipkannya, waktu itu juga Encep ngajak makan. "Lis, ayo kita cari makan?", Sulis menjawab, "Ayo, mau makan dimana ?" Mending ditempat yang murah, di warung yang waktu itu aku sama mas Alfath makan disana, ujar Encep. Mas Alfath itu teman satu kost di Regest, ketika Sulis dan Encep berangkat Isya dan Endro pun menitip untuk beli makan, beli nasi goreng dua bungkus. 

Ketika Sulis dan Encep sampai disana ternyata rame sekali pembeli di warung itu, mereka pun harus mengantri untuk mekan. Mereka berdua pesan soto dan es teh, di tambah gorengan. Tak lama Alfat SMS Encep untuk minta dipesankan juga nasi goreng yang pedas. Setelah makanan itu datang mereka langsung makan karena sudah lapar..he.he.. 

Sekitar 10 menitan mereka selesai makan dan langsung membayarnya, pertama Encep membayar pesanan 3 nasi goreng punya Isya, Alfat dan Endro. Encep pun bertanya berapa harganya "Sudah bu, berapa nasi gorengnya 3 ?", "Nasi gorengnya Rp. 12.000,- mas, satunya Rp.4000,-", ujar Ibu yang punya warung.

Encep dan Sulis kaget karena harganya sangat murah, biasanya nasi goreng di tempat lain minimal harganya Rp. 7.000,-an. Mereka berdua pun merasa kenyang dan suatu hari akan kembli lagi ke warung itu. Karena harganya sangat pas untuk kantong mahasiswa.

Ketika di kost Sulis langsung udate status tentang makan murah itu, ternyata statusnya banyak yang komen, coba lihat :
 

0 Response to "Ini Baru Makan Murah di Yogyakarta"

Posting Komentar